Sabtu, 18 April 2026

Reuni Akbar Alumni SMPN 1 Karangpawitan 1976–2020 Berlangsung Meriah, Pererat Silaturahmi Lintas Generasi

 

Bejatigarut — Reuni Akbar alumni SMPN 1 Karangpawitan dari angkatan 1976 hingga 2020 yang digelar pada Sabtu, 18 April 2026, berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Kegiatan tersebut dihadiri sedikitnya 840 alumni dari berbagai angkatan yang antusias memeriahkan momen kebersamaan tersebut.

Suasana acara terasa begitu ceria sekaligus haru. Para alumni tampak saling berbagi cerita, mengenang masa sekolah, serta larut dalam canda tawa yang mempererat kembali ikatan persaudaraan yang telah lama terpisah oleh waktu.

Dengan latar belakang profesi yang beragam, mulai dari petani, buruh hingga anggota dewan, seluruh alumni melebur menjadi satu tanpa sekat, menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar SMPN 1 Karangpawitan.

Tak hanya menjadi ajang temu kangen, kegiatan ini juga diisi dengan aksi kepedulian. Para alumni memberikan donasi serta cenderamata kepada para purna guru sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas jasa mereka dalam mendidik.

Selain itu, donasi untuk sekolah turut menjadi salah satu rangkaian acara yang menggugah, sebagai wujud kontribusi nyata alumni terhadap kemajuan almamater.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Asep Jaelani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak sekolah, para guru, seluruh panitia, alumni, serta para donatur. Ia menegaskan bahwa tanpa dukungan semua pihak, kegiatan tersebut tidak akan dapat terlaksana dengan meriah.

“Harapan kami, reuni ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mampu membangun keakraban antar angkatan serta memperkuat jaringan alumni ke depan,” ujarnya.

Reuni akbar ini diharapkan menjadi momentum berkelanjutan dalam mempererat hubungan antar alumni sekaligus mendorong kolaborasi positif bagi kemajuan bersama.

Kamis, 09 April 2026

*Pelantikan dan Pengukuhan DPC FKDT Kabupaten Garut Digelar di Aula Hotel Candra Kirana*

 


*Garut, 9 April 2026* — Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Garut sukses digelar pada Kamis (9/4/2026) bertempat di Hotel Candra Kirana, Garut.


Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 24 orang pengurus resmi dilantik dan dikukuhkan, mulai dari unsur Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB) hingga jajaran pengurus lainnya. Pelantikan ini menjadi momentum penting dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa organisasi lebih maju dan berkontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan diniyah di Kabupaten Garut.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus FKDT, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan dari berbagai elemen pendidikan keagamaan di Garut. Turut hadir Bendahara Umum DPP FKDT sekaligus Ketua DPW FKDT Jawa Barat, H. Atef Abdul Gopar, S.Pd.I., M.M. Hadir pula Pembina FKDT sekaligus Anggota DPR RI Fraksi PKB, H. Oleh Soleh, S.H.


Dalam sambutannya, Ketua DPW FKDT Jawa Barat menegaskan bahwa pelantikan ini menandakan legalitas kepengurusan yang sah secara organisasi. Ia menyampaikan bahwa kepengurusan yang dilantik telah berdasarkan Surat Keputusan (SK) resmi dari DPP FKDT, yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum serta dilengkapi cap basah.


“Dengan adanya pelantikan ini, secara institusi organisasi baik dari DPP hingga DPW telah mengakui kepengurusan yang sah berdasarkan SK yang dikeluarkan oleh DPP. SK tersebut ditandatangani langsung dan memiliki kekuatan hukum organisasi. Dengan demikian, SK-SK lain di luar itu dinyatakan tidak sah dan sudah dipensioner. Bahkan, penegasan ketidakabsahan SK lama tersebut langsung disampaikan oleh Ketua Umum,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa dengan kejelasan legalitas ini, tidak ada lagi pihak mana pun, baik pemerintah, tokoh agama, maupun masyarakat, yang meragukan keabsahan kepengurusan DPC FKDT Kabupaten Garut yang baru saja dilantik.


Pelantikan dan pengukuhan ini juga menjadi ajang konsolidasi organisasi guna memperkuat program kerja FKDT ke depan, khususnya dalam meningkatkan mutu pendidikan diniyah takmiliyah di tingkat daerah.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan DPC FKDT Kabupaten Garut semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi muda yang berakhlakul karimah serta berdaya saing.

Minggu, 15 Maret 2026

DPC FKDT Garut Resmi Serahkan SK Perpanjangan Kepengurusan DPAC se-Kabupaten Garut, Perkuat Konsolidasi Organisasi

BejatiGarut, 15 Maret 2026 – Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Garut secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) perpanjangan masa bakti kepengurusan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) FKDT kepada perwakilan kecamatan se-Kabupaten Garut.

Penyerahan SK tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan rapat konsolidasi dan koordinasi yang diikuti oleh para pengurus DPAC FKDT dari berbagai kecamatan di Kabupaten Garut.

Ketua DPC FKDT Kabupaten Garut, H. Aceng Furqon, S.Ag, secara langsung menyerahkan SK perpanjangan kepengurusan tersebut didampingi oleh Sekretaris Zaki Ahmad Mustopa, S.Sos, serta Bendahara Imam Mutaqin.

Dalam kesempatan tersebut, H. Aceng Furqon menyampaikan bahwa penyerahan SK perpanjangan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kelembagaan FKDT di tingkat kecamatan agar roda organisasi tetap berjalan dengan baik serta mampu menjalankan berbagai program pendidikan Diniyah Takmiliyah secara optimal.

“Perpanjangan kepengurusan DPAC ini diharapkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan koordinasi antara pengurus cabang dan pengurus kecamatan dalam menjalankan program-program FKDT,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara FKDT dengan pemerintah daerah dalam mendukung berbagai agenda pendidikan Diniyah, termasuk persiapan pelaksanaan Ujian Nasional Diniyah serta kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) di Kabupaten Garut.

Melalui penyerahan SK perpanjangan kepengurusan ini, diharapkan seluruh DPAC FKDT di setiap kecamatan dapat semakin aktif dalam membina lembaga pendidikan Diniyah Takmiliyah serta berperan dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Ridickpuad

Jumat, 23 Januari 2026

Rayakan Hari Lahir Megawati, Wakil Rakyat Garut Dikejutkan Curhatan Korban Longsor


Beja ti Garut - Dalam rangka memperingati hari lahir Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuda Pujaturnawan, melakukan silaturahmi bersama masyarakat terdampak longsor tahun 2021 di Kampung Cipager, Desa Karyamekar kecamatan Cilawu .jum'at (23/01/26)

Kegiatan tersebut berlangsung sederhana dengan acara potong tumpeng dan ngobrol santai bersama warga di lokasi relokasi yang telah ditempati para korban selama kurang lebih lima tahun. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung.

Dalam perbincangan tersebut, salah satu warga terdampak berinisial EN menyampaikan keluhannya terkait belum diterimanya sertifikat hak milik (SHM) atas rumah dan tanah relokasi yang saat ini telah mereka tempati sejak pasca bencana.

“Kami sudah tinggal di sini hampir lima tahun, tapi sampai sekarang belum menerima sertifikat hak milik. Kami berharap ada kejelasan dan kepastian hukum,” ungkap EN.

Menanggapi keluhan tersebut, Yuda Pujaturnawan menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi warga dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar permasalahan sertifikat relokasi dapat segera diselesaikan.

“Ini menjadi perhatian serius kami. Kepastian hukum atas rumah dan tanah sangat penting bagi warga, apalagi mereka adalah korban bencana. Kami akan berupaya mendorong percepatan penyelesaiannya,” ujarnya.

Yuda menambahkan, kegiatan silaturahmi ini tidak hanya sebagai bentuk peringatan hari lahir Megawati Soekarnoputri, tetapi juga sebagai wujud komitmen PDI Perjuangan untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang sedang memperjuangkan hak-haknya.

Jurnalis : Ridickpuad 

Rabu, 07 Januari 2026

Sekolah Aman dan Nyaman Dimulai dari Garut, Menteri Kemendikdasmen Resmikan Revitalisasi SMPN 1 Tarogong Kaler

 Garut – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., meresmikan revitalisasi sarana pendidikan dalam rangka mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, dan rukun antar sesama di SMP Negeri 1 Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis, 8 Januari 2026.

Kegiatan peresmian tersebut diawali dengan senam sehat dan ceria yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta seluruh tamu undangan yang hadir. Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak mewarnai jalannya acara sejak pagi hari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Garut, drg. Hj. Putri Karlina, MBA, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, bersama jajaran unsur pendidikan lainnya.

Revitalisasi yang diresmikan meliputi ruang belajar dan fasilitas toilet sekolah, yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan, kebersihan, serta kualitas lingkungan belajar bagi peserta didik.

Dalam wawancaranya, Kepala SMP Negeri 1 Tarogong Kaler, H. Ahmad Hanafiah, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat dan daerah terhadap sekolah yang dipimpinnya.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini serta pelaksanaan revitalisasi ruang belajar dan toilet sekolah. Fasilitas yang lebih layak dan nyaman ini tentu akan sangat membantu siswa dalam menjalani proses pembelajaran secara optimal," ujarnya

Ia berharap, dengan adanya revitalisasi tersebut, semangat belajar siswa semakin meningkat dan tercipta lingkungan sekolah yang lebih sehat, aman, serta mendukung pembentukan karakter peserta didik yang rukun dan berakhlak.

Program revitalisasi ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam meningkatkan mutu pendidikan serta menciptakan ekosistem sekolah yang ramah dan berkelanjutan.

Jurnalis : Ridickpuad 

Rabu, 31 Desember 2025

FSB GARTEKS KSBSI Resmi Dicatat Disnakertrans, Serikat Buruh PT Hoga Reksa Garment Siap Kawal Hak Pekerja

Garut – Federasi Serikat Buruh Garmen Tekstil Sepatu Kulit dan Sentra Industri (FSB GARTEKS) KSBSI Kabupaten Garut melakukan kunjungan resmi ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut pada Rabu, 31 Desember 2025. Kunjungan tersebut dalam rangka menerima surat pencatatan serikat buruh FSB GARTEKS KSBSI PT Hoga Reksa Garment.

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus komisariat serta pengurus cabang FSB GARTEKS KSBSI Garut, dan diterima langsung oleh Kepala Bidang Hubungan Industrial (Asep Hadiana. S.Sos M.Si) beserta mediator Disnakertrans Kabupaten Garut.

Ketua sekaligus Pembina FSB GARTEKS KSBSI Garut, Christian Kangae Keytimu, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya sebatas penerimaan administrasi, tetapi juga menjadi ajang diskusi mengenai kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Garut.

" Pada pertemuan ini kami bersama Kabid hubungan industrial dan mediator berdiskusi mengenai perkembangan serta situasi terkini ketenagakerjaan di kabupaten Garut," ujar christian

Christian juga menyampaikan apresiasi kepada Disnakertrans Kabupaten Garut atas peran aktifnya dalam menjaga stabilitas hubungan industrial antara pengusaha dan buruh.

"Kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Disnakertrans Garut yang sampai saat ini mampu menjaga kondusivitas serta keseimbangan hak dan kewajiban antara pengusaha dan buruh, sehingga tercipta hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan," tambahnya

Sementara itu, Agus Maulana, selaku Ketua Pengurus Komisariat FSB GARTEKS KSBSI PT Hoga Reksa Garment, mengungkapkan rasa bangga atas resmi terbentuknya serikat buruh di lingkungan perusahaannya.

"Kami buruh PT Hoga Reksa Garmeny sudah lama menantikan terbentuknya serikat buruh FSB GARTEKS KSBSI. Kami sangat bangga dan percaya bahwa FSB GARTEKS KSBSI dapat melindungi serta memperjuangkan hak-hak kami dalam bekerja,"ungkap Agus.

Pada kesempatan yang sama, Asep Hadiana Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Kabupaten Garut menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik terbentuknya serikat buruh di perusahaan sebagai bagian dari pelaksanaan hak normatif pekerja.

"Pembentukan dan pencatatan serikat pekerja merupakan hak yang dilindungi undang-undang kami berharap keberadaan serikat buruh dapat menjadi mitra strategis perusahaan dan pemerintah dalam menciptakan hubungan industrial yang sehat,dialogis, dan berkelanjutan," ujarnya

Disnakertrans Kabupaten Garut juga menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi komunikasi antara pengusaha dan pekerja guna mencegah terjadinya perselisihan serta menciptakan iklim kerja yang kondusif.

Jurnalis : Ridickpuad 

Sabtu, 06 Desember 2025

DPC GPMPP Silaturahmi ke Pendopo Garut, Bahas Pelestarian Budaya dan Milangkala ke - 67 tahun 7-8 Februari 2026

 

Tekan like & subscriber

Garut, Sabtu (06/12/2025) – Dewan Pimpinan Cabang Gajah Putih Mega Paksi Pusaka (DPC GPMPP) Kabupaten Garut melaksanakan silaturahmi ke Pendopo Garut. Rombongan GPMPP disambut langsung oleh Bupati Garut, H. Abdusy Syakur, dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Pertemuan tersebut membahas berbagai upaya pelestarian budaya daerah, khususnya dalam bidang seni pencaksilat gadjah putih Mega Paksi Pusaka yang menjadi salah satu warisan budaya khas Kabupaten Garut. Dalam kesempatan itu, Buchori selaku Ketua DPC GPMPP, yang hadir didampingi para dewan sesepuh pusat GPMPP, menyampaikan aspirasi terkait perkembangan budaya dan kebutuhan pembinaan generasi muda.

Tekan like & subscribe

Selain itu, Buchori juga memaparkan rencana penyelenggaraan Milangkala ke 67 Pencak silat gadjah putih Mega Paksi Pusaka yang akan dilaksanakan tahun depan dalam rangka memperingati Hari Lahir Gajah Putih Mega Paksi Pusaka (Milangkala ke-67), yang akan jatuh pada 7 - 8 Februari 2026.

Bupati Garut, H. Abdusy Syakur, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan para pelestari budaya. Beliau menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mendorong keberlangsungan program Paguron Pencaksilat Gajah Putih Mega Paksi Pusaka serta menyukseskan Milangkala ke-67 tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Garut siap bersinergi dengan GPMPP, khususnya dengan Ketua Buchori, dalam menjaga dan mengembangkan budaya di tanah Garut,” tegasnya.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan para pelaku seni budaya untuk menjaga kelestarian pencaksilat dan memperkuat identitas budaya lokal.

Kamis, 04 Desember 2025

Tongkat Estafet Gajah Putih Bergema di Pasirwangi, Bono Resmi Nahkodai PAC GPMPP Pasirwangi

Kec Pasirwangi, 27 November 2025 — Musyawarah pemilihan Ketua PAC GPMPP Pasirwangi resmi menetapkan Bono sebagai Ketua terpilih periode baru. Amanah kepemimpinan itu diberikan langsung melalui suara para ranting dan sektor desa di wilayah kecamatan.

Forum demokrasi paguron ini turut disaksikan langsung oleh Ketua Buchori, pimpinan DPC GPMPP Kabupaten Garut, beserta jajaran pendekar senior dan barisan kader PAC, yang hadir mengawal prosesi dengan iringan penuh marwah perguruan.

Dalam sambutannya, Bono menyampaikan ikrar juang dan tekadnya untuk menghidupkan kembali ruh pencak silat di Kecamatan Pasirwangi.

Tekan like & subscribe

"PAC bukan sekedar struktur, ini rumah budaya kita. Saya bertekad memajukan ajaran dan budaya pencaksilat silat Gajah putih di Pasirwangi, memperkuat kader, dan memastikan silat tetap hidup, berkembang, serta dihormati di tengah masyarakat," tegas Bono 

Ia juga tak lupa menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para ranting dan sektor desa yang telah memberikan mandat kepercayaan kepadanya.

"Terimakasih atas kepercayaan setiap ranting dan sektor desa. Saya siap memimpin, bukan untuk kebesaran jabatan, melainkan untuk kebesaran paguron. Tanpa dukungan anggota dan para ranting dan sektor desa, PAC tidak akan bermakna," ungkapnya disambut tepuk pesilat yang hadir. 

Ketua DPC Buchori dalam kesempatan tersebut turut memberikan restu organisasi sembari berpesan agar PAC Pasirwangi terus bergerak membangun persaudaraan, menjaga kehormatan perguruan, dan konsisten dalam pembinaan budaya pencak silat.

Dengan terpilihnya Bono, PAC GPMPP Pasirwangi kini resmi memasuki babak baru, membawa harapan besar untuk kemajuan budaya silat, solidnya kaderisasi, dan kuatnya persatuan antar-desa di wilayah Pasirwangi.

Jurnalis : Ridick puad

Suara Panglima OKK: Apik Serukan PAC Garut Bangkit, Solid, dan Proaktif Membangun Marwah Paguron

Tekan like & subscribe

Garut ( 04/12/25 )Apik Gunawan, selaku Kabid OKK di lingkungan DPC Paguron Pencak Silat GPMPP Kabupaten Garut, menyampaikan pesan strategis kepada seluruh jajaran pengurus PAC se-Kabupaten Garut.

Dalam arahannya, Apik menekankan pentingnya peran dan kehormatan kader dalam organisasi. Ia berpesan agar setiap pengurus PAC mampu menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing, bersikap proaktif, serta konsisten dalam mengembangkan ajaran yang diwariskan Gurubesar paguron, MAHA GURU KH Aji Jaenudin.

Tekan like & subscribe

Dengan suara penuh ketegasan, Apik juga menyampaikan prinsip organisasi yang sarat pesan moral:

"Lebih baik menjadi anggota terhormat tanpa jabatan, tetapi memiliki rasa memiliki serta menjunjung tinggi kehormatan perguruan, daripada menjadi pengurus yang pasif, tidak bergerak, dan abai pada tugasnya. Gajah putih milik kita semua,siapa pun yang menjadi ketuanya, tidak akan pernah besar tanpa loyalitas anggota."

Ia menambahkan, kekuatan organisasi bukan terletak pada gelar, melainkan pada kesolidan barisan kader. Karena itu, ia mendorong seluruh pengurus untuk senantiasa membangun silaturahmi, menempatkan anggota di bidang yang sesuai kompetensi, serta melibatkan kader sesuai keahlian dan kreatifitasnya.

"Maka saya berpesan kepada seluruh pengurus, rawat komunikasi, hormati peran anggota, dan jaga Marwah perguruan. Tanpa anggota, pengurus hanyalah nama. Dengan anggota, kita menjadi pusaka!" tutupnya tegas.

Pernyataan ini mendapat sambutan dari seluruh kader yang hadir, sebagai pengingat bahwa PAC di bawah naungan GPMPP harus terus tumbuh dengan semangat kesatria, disiplin kaderisasi, dan kehormatan organisasi di atas segalanya.

Jurnalis : Ridick puad 

Rabu, 03 Desember 2025

Amanah Kesatria Tersemat! Usman Rusmana Resmi Pimpin PAC Paguron Silat GPMPP Tarogong Kaler

 

Tarogong Kaler, Garut — Atmosfer demokrasi organisasi menguat di tubuh perguruan silat, setelah pemilihan Ketua PAC Paguron Pencak Silat GPMPP Tarogong Kaler sukses digelar dengan tertib dan penuh semangat kebangsawanan, Rabu (27/11/2025).

Hasil forum musyawarah secara resmi menetapkan Usman Rusmana sebagai Ketua terpilih periode baru. Ia merupakan kader dan tokoh pesilat dari Kampung Cileungsing RW 07. Struktur kepengurusan juga dilengkapi oleh Fathan Alwihadi sebagai Sekretaris dari Kampung Cileungsing RT 03 RW 10, serta Encep Roni sebagai Bendahara dari Kampung Cileungsing RW 10, Desa Pasawahan, Tarogong Kaler.

Pemilihan ini dihadiri langsung oleh delegasi dan perwakilan kader dari 13 desa se-Tarogong Kaler, sebagai bukti kuatnya soliditas dan partisipasi akar rumput organisasi. Turut hadir menyaksikan dan mengesahkan jalannya musyawarah, Ketua DPC GPMPP Kabupaten Garut beserta jajaran pimpinan pendekar dan pengurus organisasi.

Like & subscribe

Ketua terpilih Usman Rusmana dalam sambutannya menyampaikan pesan penuh kesatria:

"Amanah ini adalah sabuk kehormatan, tetapi juga beban juang.PAC harus makin tegas menghidupkan ruh GPMPP - rumit resik di masyarakat, harimau di gelanggang, dan kokoh di barisan penjaga budaya bangsa!" Ujarnya lantang di atas mimbar forum

Sementara itu, Ketua DPC dalam arahannya menegaskan pentingnya disiplin kader dan pengabdian:

"Paguron silat bukan hanya belajar jurus, tetapi membentuk patriot. Hari ini kita meresmikan komandan baru, bukan sekadar ketua. PAC Tarogong Kaler harus jadi benteng karakter,penjaga martabat perguruan, dan pejuang rakyat!"tegasnya

Acara ditutup dengan doa bersama, ikrar pesilat, serta sesi foto bersama para ketua ranting desa sebagai simbol dimulainya babak baru perjuangan organisasi silat di Tarogong Kaler.

Dengan lahirnya kepemimpinan baru, PAC Paguron Pencak Silat GPMPP Tarogong Kaler kini siap melangkah lebih keras dalam merawat tradisi, membina kader, dan menguatkan peran pesilat di tengah masyarakat.

Jurnalis : ridick puad 

Sabtu, 29 November 2025

Dari Jalan Rusak ke Beton Kokoh, Warga Pasar Kemis Tumpahkan Syukur Lewat Tradisi Liwet

 

Klik like & subscribe

Garut, Sabtu 29 November 2025 — Rasa bahagia tampak meluap dari warga Kampung Pasar Kemis dan Kampung Doyong. Jalan Terusan Pandai yang baru selesai diperbaiki dengan betonisasi dirayakan bersama melalui makan liwet di tengah jalan, Sabtu (29/11/25).

Momen penuh suka cita ini diwarnai oleh semangat gotong royong dan iuran warga. Warga secara swadaya mengumpulkan dana untuk kebutuhan bahan makanan, mulai dari beras, lauk-pauk, hingga perlengkapan lainnya. Suasana makin hangat dengan selingan canda tawa yang mengiringi setiap proses persiapan hingga acara berlangsung.

Tidak hanya warga, para pekerja bangunan yang terlibat dalam proses perbaikan jalan pun turut diundang dan duduk makan bersama masyarakat sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan.

Tokoh masyarakat setempat, Cucu Sukanda, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada para pekerja serta pemerintah daerah yang telah merealisasikan perbaikan jalan tersebut.

"Alhamdulillah,perbaikan jalan yang telah kami nantikan bertahun-tahun,kini akhirnya bisa kita nikmati bersama.Acara ini kami gelar sebagai bentuk syukur dan terimakasih kami," ungkapnya saat diwawancarai awak media.

Cucu menambahkan bahwa kebersamaan dalam acara liwet ini bukan sekadar makan bersama, tetapi juga simbol rasa memiliki, solidaritas, dan optimisme warga dalam menyambut kemajuan kampung mereka.

Kegiatan berlangsung meriah, tertib, dan penuh kekeluargaan. Warga berharap momen syukur tersebut dapat menjadi pemicu semangat pembangunan lingkungan yang lebih baik, kuat, dan berkelanjutan di masa mendatang.

Jurnalis : Ridickpuad 

Sabtu, 22 November 2025

Merchedes band dari SDN 2 Leles Tampil Memukau di Competition GMBC ke-2,

 


Minggu, 23/11/25 — Sor Adiwijaya. Gelaran GMBC Marching Band Competition ke-2 berlangsung meriah dengan diikuti 20 grup dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA. Kompetisi memperebutkan Piala Bergilir Wakil Bupati ini mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta maupun penonton.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari Marching Band SDN 2 Leles, yang dikenal dengan nama Merchedes Band. Berbekal prestasi gemilang — Juara 1 tingkat Kabupaten tahun 2024, Juara 3 tingkat Provinsi, dan Juara 2 tingkat Nasional — tim ini kembali menunjukkan performa yang memukau.

Kepala SDN 2 Leles, Yuyum Kurniasih, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa Merchedes Band berdiri sejak tahun 2023 dan terus berkembang pesat.

"Kami berharap Merchedes band terus maju,tetap semangat,dan mempertahankan prestasinya,"ujarnya


Manajer Merchedes Band, Rini Febrianti, S.Pd., menambahkan pesan khusus kepada seluruh anggota tim agar terus disiplin berlatih.

"Tetap semangat dan konsisten menggali potensi serta kreativitas di bidang marching band," pesannya 


Sementara itu, ketua panitia Rahmawati menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini diikuti oleh 2 peserta TK, 5 SD, 5 SMP, dan 8 SMA. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara.

"Terimakasih kepada semua pihak yang membantu menyukseskan kompetisi ini. Antusiasme peserta membuat acara tahun ini semakin meriah," tuturnya

Hj Lilis roharni Spd orang tua siswa menyampaikan dukungan dan rasa trimakasihnya terutama kepada pihak SDN 2 LELES yang telah konsisten memberikan dukungan moril dan materil terhadap kegiatan merching band ini," ucapnya 

Acara berlangsung tertib dan penuh semangat, dengan setiap grup memberikan penampilan terbaiknya demi meraih prestasi dan pengalaman berharga.

Sabtu, 15 November 2025

Ahad Bersih (Asih)” Kampung Buleud RW 04 Digelar untuk Antisipasi Musim Hujan

Klik disini like & subscribe

Kampung Buleud RW 04, Desa Jati, Tarogong Kaler — Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan, masyarakat Kampung Buleud RW 04 bersama pemerintah setempat melaksanakan kegiatan rutin “Ahad Bersih (Asih)” pada Minggu (16/11/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua RW 04.

Ahad Bersih ini difokuskan pada pembersihan rumput liar, sampah di bahu jalan, serta sedimentasi di solokan yang kerap menjadi penyebab meluapnya air dan munculnya genangan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Klik disini like & subscribe

Pembersihan dilakukan di sepanjang Jl. Jati, yang merupakan wilayah jalan kabupaten, serta Jalan rabuk yang termasuk wilayah jalan desa. Warga terlihat kompak membawa perkakas masing-masing dan bergotong royong membersihkan lingkungan.

Suasana kerja bakti berlangsung penuh kebersamaan. Meski pekerjaan cukup berat, masyarakat tetap terlihat bersemangat, bahkan diselingi candaan yang membuat kegiatan lebih hangat dan menyenangkan.

Melalui kegiatan rutin Ahad Bersih ini, warga berharap lingkungan Kampung Buleud semakin bersih, nyaman, dan bebas dari potensi genangan air maupun banjir kecil selama musim penghujan.

Minggu, 09 November 2025

KOMISI II DPRD PANGGIL KADIS PUPR.BUNTUT LANGGAR MAKLUMAT PELAYANAN DINAS PUPR GARUT TERHADAP DPC GADJAH PUTIH MPP GARUT

 

Garut — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gajah Putih Mega Paksi pusaka Kabupaten Garut melaksanakan audiensi dengan Komisi II DPRD Kabupaten Garut terkait penyampaian catatan kritis terhadap kinerja pejabat publik di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut.senin (10/11/25)

Audiensi tersebut diterima langsung oleh Komisi II DPRD Garut dan berlangsung di ruang Komisi II, DPRD Kabupaten Garut.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPC Gajah Putih Mega Paksi pusaka Kabupaten Garut, Buchori, menyampaikan kritik atas kelalaian dan lambannya respons pihak Dinas PUPR terhadap sejumlah pengaduan masyarakat yang sebelumnya telah disampaikan secara resmi.

"Kami menilai respons dari pihak dinas PUPR terkesan bertele-tele dan tidak menunjukan keseriusan dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Kami berharap komisi II dapat memperhatikan hal ini dan mendorong peningkatan kinerja pelayanan publik di bidang infrastruktur," ujar Buchori

Audiensi ini juga dihadiri oleh Zamzam, Sekretaris DPC Gajah Putih Mega Paksi pusaka Kabupaten Garut, serta Armen, Sekretaris Umum DPP Gajah Putih Mega Paksi pusaka.

Komisi II DPRD Garut menyambut baik aspirasi tersebut dan menyatakan akan menelaah serta menindaklanjuti catatan kritis yang disampaikan sesuai dengan fungsi pengawasan DPRD terhadap kinerja perangkat daerah.

Kegiatan audiensi berjalan dengan tertib dan kondusif. DPC Gajah Putih Mega Paksi pusaka berharap hasil pertemuan ini dapat menjadi langkah awal menuju perbaikan sistem kerja dan pelayanan publik yang lebih transparan, cepat, dan akuntabel di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.

Ridickpuad

Warga Pasar Kemis Konsisten Laksanakan Kerja Bakti Lingkungan

 

Pasar Kemis, 09 November 2025 — Setelah sebelumnya melaksanakan gotong royong perbaikan saluran pembuangan air pekan lalu, masyarakat Kampung Pasar Kemis kembali menunjukkan kekompakan dengan menggelar kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar pada Minggu pagi (09/11/25).

Kegiatan gotong royong ini diikuti oleh seluruh warga RT 04 RW 06. Warga tampak antusias dan kompak membawa berbagai perkakas sederhana, seperti cangkul, sabit, dan sapu, sesuai kemampuan masing-masing. Mereka bersama-sama membersihkan rumput liar, mengumpulkan sampah, serta menambal lubang jalan yang menyebabkan genangan air saat hujan turun.

Ketua RT 04 RW 06, Dede Sutisna, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi.

"Terimakasih kepada seluruh warga RT 04 atas kerja samanya dalam kegiatan gotong royong ini. Semangat kebersamaan seperti ini sangat penting untuk menjaga lingkungan kita tetap bersih dan nyaman," ujar dede

Beliau juga mengapresiasi dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat yang ikut berperan aktif dalam kegiatan tersebut.

"Kami juga mengucapkan terimakasih kepada bapak Mahmudi,bapak cucu,bapak Hendra,bapak Asep dan ibu hj Nanang atas dukungan serta partisipasi penuhnya dalam kegiatan kerja bakti di lingkungan RT 04," tambahnya

Melalui kegiatan rutin seperti ini, warga berharap suasana lingkungan Kampung Pasar Kemis semakin bersih, asri, dan terhindar dari berbagai masalah kebersihan, terutama menjelang musim penghujan.

Dengan Dana Swadaya Masyarakat RW 03 Desa Pasawahan antusias laksanakan pemilihan ketua RW

 


Pasawahan, Tarogong Kaler — Warga Kampung Babakan Jambe RT 05 RW 03 Desa Pasawahan melaksanakan pemilihan Ketua RW secara demokratis pada Minggu pagi mulai pukul 07.00 WIB. Masyarakat tampak antusias mengikuti jalannya pemilihan yang dihadiri oleh Usd. Firman, anggota BPD perwakilan dari Desa Pasawahan. Minggu ( 09/11/25)

Pemilihan Ketua RW kali ini diikuti oleh dua calon, yaitu Amung Subagja dan Jajang Sopandi. Menariknya, kegiatan ini sepenuhnya dilaksanakan dengan dana swadaya masyarakat, tanpa bantuan dana dari pihak pemerintah maupun pemerintah desa. Meski demikian, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, aman, dan tertib

Ketua Panitia, Iwan Setiawan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh warga atas partisipasi dan kebersamaan yang ditunjukkan.

"Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berjalan dengan aman dan tertib. Harapan kami, ketua RW terpilih dapat menjalankan amanahnya dengan baik dan menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah," ujarnya.

Berdasarkan hasil penghitungan suara dari 810 Daftar Pemilih Tetap (DPT), diperoleh hasil sebagai berikut:

  • Nomor urut 1: Amung Subagja memperoleh 338 suara

  • Nomor urut 2: Jajang Sopandi memperoleh 156 suara

  • Surat suara tidak sah: 9 lembar

Dengan demikian, Amung Subagja dinyatakan terpilih sebagai Ketua RW 03 Desa Pasawahan.

Sementara itu, Aipda Jajang Juanedi, S.H., selaku Bhabinkamtibmas Desa Pasawahan, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh warga.

"Terimakasih kepada panitia dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan pemilihan ini dengan tertib dan aman,"katanya


Hal senada disampaikan oleh Pelda Asep Roni, selaku Babinsa Desa Pasawahan.

"Kemenangan ketua RW terpilih adalah kemenangan seluruh warga. Semoga dengan kepemimpinan baru ini,rw 03 dapat menjadi lebih maju dan solid ke depannya," ujarnya

Kegiatan pemilihan Ketua RW 03 Desa Pasawahan ini menjadi bukti nyata semangat demokrasi dan gotong royong masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih baik.

Jumat, 07 November 2025

Kepengurusan Baru Pencak Silat Gajah Putih Mega Paksi Pusaka PAC Samarang Resmi Dibentuk

 

Garut, 7 November 2025 — Pada hari ini, telah resmi dibentuk Kepengurusan Pencak Silat Gajah Putih Mega Paksi Pusaka – PAC Samarang beserta 25 sektor wilayah Samarang untuk masa bakti periode 2025–2030.

Pembentukan kepengurusan ini menjadi langkah penting dalam upaya memperkuat organisasi dan mengembangkan seni bela diri tradisional Pencak Silat Gajah Putih Mega Paksi Pusaka di wilayah Kabupaten Garut, khususnya di Kecamatan Samarang dan sekitarnya.



Diharapkan dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, paguron akan semakin maju, solid, dan berkembang, serta mampu melahirkan generasi pesilat yang berjiwa tangguh, beretika, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antaranggota, menumbuhkan loyalitas dan jiwa korsa, serta memperkuat komitmen dalam melestarikan budaya dan warisan leluhur bangsa melalui seni bela diri pencak silat.

"Mudah-mudahan dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, pencak silat Gajah putih Mega paksi pusaka di wilayah Samarang semakin maju, berkembang,dan sukses. Amin.ya Rabbal Alamin," ujar Buchori ketua DPC Kabupaten Garut dalam sambutannya

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, para pengurus dan anggota diharapkan dapat terus menjaga nama baik paguron serta menjadi teladan dalam menjunjung nilai-nilai luhur pencak silat di tengah masyarakat.

Ridickpuad 

Selasa, 04 November 2025

Warga kampung pasarkemis Gelar Kerja Bakti dan Ronda Malam Antisipasi Musim Hujan



Garut — Intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut dalam beberapa hari terakhir menimbulkan kekhawatiran di berbagai kalangan. Pasalnya, pada musim penghujan sering kali terjadi bencana seperti tanah longsor, pohon tumbang, dan banjir di sejumlah titik.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh warga Kampung Pasarkemis RT 04/RW 06, Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler, yang mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana di wilayah mereka.

Sebagai langkah antisipatif, warga bersama aparat lingkungan menggelar ronda malam dan kerja bakti bersama untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (05/11/2025) atas inisiatif Dede Sutisna, Ketua RT 04 RW 06, yang mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan.

Dalam kegiatan kerja bakti tersebut, warga membersihkan saluran air, jalan lingkungan, serta memperbaiki fasilitas MCK (WC umum) yang telah lama digunakan oleh masyarakat sekitar.

Suasana gotong royong terlihat harmonis dengan semangat kebersamaan yang tinggi dari seluruh warga.

Kegiatan ini mendapat perhatian dan apresiasi dari pemerintah setempat. Camat Tarogong Kaler, Rahmat Alamsyah, turut hadir meninjau langsung kegiatan tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi langkah warga cimanganten yang tanggap dan kompak menjaga lingkungannya. Upaya seperti ini penting untuk mencegah terjadinya bencana di musim hujan" ujar Rahmat Alamsyah saat berkunjung ke lokasi

Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap kebersamaan dan semangat gotong royong dapat terus terjaga, sekaligus menjadi contoh positif bagi wilayah lain di Kabupaten Garut dalam menjaga kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan.

Ridickpuad 

Kenali bahasa tubuh lawan bicara mi

 Waktu kamu bisa mengetahui kebenaran yang tersembunyi hanya dengan memperhatikan cara seseorang duduk. Bahasa tubuh adalah cerita yang tak pernah berbohong, dan posisi duduk seseorang bisa menjadi jendela menuju pikiran serta perasaan mereka yang sebenarnya. Setiap sudut dan lekuk tubuh menceritakan sebuah kisah.

Ketika kata-kata bisa dimanipulasi, tubuh tetap jujur. Posisi duduk yang tidak natural seringkali adalah cermin dari ketidaknyamanan batin atau upaya untuk menyembunyikan sesuatu. Dengan memahami sinyal ini, kamu mendapatkan akses ke tingkat komunikasi yang lebih dalam dan lebih otentik.

1. Perubahan Tiba-tiba dalam Posisi Duduk

   Saat seseorang tiba-tiba mengubah posisi duduknya setelah sebuah pertanyaan diajukan, itu adalah sinyal merah. Gerakan defensif ini sering kali mencerminkan ketidaknyamanan emosional, seolah-olah mereka berusaha mencari posisi yang lebih aman untuk menghadapi tekanan yang dirasakan.

2. Kaki yang Meliliti Kaki Kursi atau Saling Mengunci

   Kaki yang secara tidak sadar melilit kaki kursi atau saling mengencangkan cengkeraman mengungkapkan kecemasan yang tinggi. Posisi ini seperti akar yang berusaha mencari pegangan, menunjukkan bahwa secara emosional mereka merasa tidak stabil dan membutuhkan penopang.

3. Tubuh yang Terlalu Membelakangi atau Menjauh

   Jika bagian tubuh atas seseorang secara konsisten berusaha menjauh darimu, meski hanya beberapa derajat, itu adalah bahasa diam dari keinginan untuk menghindar. Jarak yang diciptakan oleh tubuh mencerminkan jarak emosional yang mereka rasakan dalam percakapan tersebut.

4. Tangan yang Terus Melindungi Area Perut

   Posisi dimana satu atau kedua tangan terus bertumpu di pangkuan atau melindungi area perut adalah sikap protektif klasik. Tubuh secara naluriah melindungi bagian paling rentan ketika merasa terancam, terpojok, atau tidak nyaman dengan topik pembicaraan.

5. Duduk di Ujung Kursi dengan Posisi Siap Bangkit

   Posisi duduk yang tidak santai, seolah-olah siap untuk berdiri dan pergi kapan saja, mengungkapkan keinginan bawah sadar untuk mengakhiri interaksi. Ketegangan di seluruh tubuhnya mengatakan bahwa mereka tidak sepenuhnya hadir dalam percakapan denganmu.

6. Keselarasan yang Tidak Wajar Antara Kata dan Gerakan

   Perhatikan ketika seseorang mengiyakan dengan kepala sementara tubuhnya tetap kaku dan menjauh, atau tersenyum sementara bahunya menurun. Ketidakkonsistenan antara komunikasi verbal dan bahasa tubuh ini adalah celah dimana kebenaran yang sebenarnya bisa kamu lihat.

Senin, 03 November 2025

Trik menahan orang yang suka memotong pembicaraan orang lain

Ada hal yang lebih menjengkelkan daripada dikritik, yaitu ketika lawan bicara terus-menerus memotong pembicaraan kita. Menariknya, menurut penelitian Harvard Business Review, orang yang sering memotong omongan cenderung ingin menunjukkan dominasi, bukan sekadar tidak sabar. Fenomena ini bukan sekadar persoalan etika komunikasi, melainkan pertarungan halus soal kuasa dalam percakapan.

Dalam kehidupan sehari-hari, situasi ini sangat mudah ditemui. Entah saat rapat kerja, diskusi santai dengan teman, atau bahkan ketika berbincang dengan keluarga. Rasanya seperti suara kita tidak dihargai, seolah apa yang ingin kita sampaikan tidak penting. Namun di sinilah letak seni komunikasi yang sebenarnya. Menghadapi orang yang suka memotong omongan tidak cukup hanya dengan marah atau diam, melainkan dengan strategi yang membuat kita tetap didengar tanpa harus kehilangan wibawa.

1. Jaga Kontak Mata dan Tegaskan Posisi

Orang yang sering memotong biasanya berharap kita kehilangan arah. Di titik inilah kontak mata menjadi senjata. Dengan menatap tenang namun tegas, kita memberi pesan nonverbal bahwa pembicaraan belum selesai. Banyak yang meremehkan efek sederhana ini, padahal psikologi komunikasi membuktikan bahwa kontak mata bisa memaksa orang lain untuk mendengar.

Misalnya saat rapat, ketika seorang rekan langsung menyela, Anda bisa berhenti sejenak, menatapnya, lalu melanjutkan kalimat dengan nada stabil. Gestur itu menegaskan bahwa Anda tidak akan menyerahkan giliran bicara begitu saja. Tanpa perlu membentak, posisi Anda tetap kokoh.

Kontak mata bukan sekadar soal keberanian, melainkan strategi mengendalikan ruang percakapan. Dengan cara ini, lawan bicara dipaksa menyadari bahwa percakapan memiliki giliran yang harus dihormati.

2. Gunakan Kalimat Penahan yang Elegan

Ada cara halus tapi ampuh untuk menghadapi pemotongan omongan: kalimat penahan. Ungkapan seperti “Izinkan saya menyelesaikan dulu” atau “Saya akan sampai ke poin itu sebentar lagi” terdengar sopan, namun jelas menegaskan hak bicara.

Dalam percakapan sehari-hari, strategi ini membuat alur komunikasi tetap terjaga. Misalnya, saat sedang menjelaskan ide dan seseorang menyela dengan argumen lain, Anda bisa langsung berkata, “Bagus, tapi izinkan saya menyelesaikan bagian ini dulu.” Kalimat ini bukan hanya menahan, tetapi juga merangkul lawan bicara agar menunggu.

Efektivitas kalimat penahan terletak pada kesederhanaannya. Ia tidak menyerang, tetapi tetap mempertahankan kendali. Ini adalah bentuk komunikasi cerdas yang bisa membuat lawan bicara lebih disiplin tanpa merasa dipermalukan.

3. Alihkan Energi dengan Memberi Ruang Sementara

Terkadang, orang yang suka memotong justru semakin agresif ketika ditentang keras. Dalam situasi seperti ini, memberi mereka ruang sebentar bisa menjadi strategi cerdas. Biarkan mereka bicara, lalu tanggapi singkat sebelum kembali ke poin utama Anda.

Contohnya, dalam diskusi kelompok, ketika seseorang memotong dan langsung mengajukan pandangan, Anda bisa berkata, “Itu menarik, setelah ini saya akan kembali ke ide yang tadi saya sampaikan.” Dengan begitu, Anda menunjukkan fleksibilitas tanpa kehilangan arah percakapan.

Memberi ruang sesaat bukan tanda kelemahan, melainkan teknik mengendalikan tempo. Dengan cara ini, alur diskusi tidak sepenuhnya dikuasai oleh si pemotong, dan audiens tetap menunggu Anda menyelesaikan poin.

4. Perkuat Suara dan Intonasi

Sering kali, pemotongan terjadi karena suara kita tenggelam. Orang yang berbicara dengan intonasi lemah lebih mudah diabaikan. Maka, memperkuat suara dan menekankan intonasi menjadi cara efektif agar orang sadar bahwa kita belum selesai berbicara.

Contoh paling sederhana adalah saat mengemukakan ide. Jika tiba-tiba dipotong, lanjutkan dengan suara sedikit lebih tegas pada kata kunci. Bukan berteriak, tapi memberikan aksen pada kalimat penting sehingga perhatian kembali tertuju pada Anda.

Intonasi adalah bahasa kekuatan. Dengan penguasaan nada suara, orang lain akan lebih berhati-hati sebelum menyela, karena merasa ada bobot dalam setiap kalimat Anda.

5. Gunakan Humor untuk Meredakan Tegangan

Menghadapi orang yang sering memotong tidak harus selalu serius. Humor yang tepat bisa melunakkan suasana sekaligus mengembalikan kendali percakapan. Misalnya, saat disela berkali-kali, Anda bisa berkata sambil tersenyum, “Sepertinya Anda sudah tahu apa yang akan saya katakan.”

Respon ringan seperti ini membuat orang lain sadar bahwa perilakunya terlihat jelas, namun tanpa menimbulkan konfrontasi. Humor menciptakan jarak emosional yang membuat Anda tetap menguasai situasi tanpa menyinggung langsung.

Dengan humor, percakapan jadi lebih cair. Lawan bicara berhenti memotong karena malu, sementara audiens lain melihat Anda sebagai pribadi yang cerdas dan fleksibel.

6. Jangan Terjebak dalam Emosi

Godaan terbesar saat dipotong adalah melampiaskan emosi. Namun justru di sinilah kesalahan sering terjadi. Balasan emosional hanya akan memperkeruh suasana dan memberi ruang bagi lawan bicara untuk mendominasi.

Kunci menghadapi situasi ini adalah tetap tenang. Misalnya, ketika rekan diskusi memotong dengan nada tinggi, Anda bisa tetap melanjutkan dengan nada netral tanpa terpancing. Ketidaktersulutan itu sendiri adalah bentuk kemenangan.

Menjaga emosi bukan berarti mengalah. Sebaliknya, itu menunjukkan penguasaan diri. Dalam jangka panjang, orang lebih menghormati lawan bicara yang mampu bertahan tanpa kehilangan kontrol.

7. Tegaskan dengan Sopan Jika Pola Terus Berulang

Jika pemotongan terjadi berulang-ulang, maka dibutuhkan penegasan langsung. Namun penegasan tidak harus keras. Kalimat sederhana seperti, “Saya akan lebih nyaman jika bisa menyelesaikan dulu sebelum kita diskusi,” bisa menyampaikan pesan kuat dengan cara sopan.

Dalam konteks rapat, hal ini sangat efektif. Audiens lain pun akan menilai bahwa Anda mengedepankan kejelasan komunikasi. Penegasan sopan tidak hanya menyelesaikan masalah saat itu, tetapi juga memberi batasan jelas agar pola serupa tidak terus berulang.

Dengan begitu, Anda tidak hanya mempertahankan hak bicara, tetapi juga membangun budaya komunikasi yang lebih sehat di lingkungan Anda.

Menghadapi lawan bicara yang suka memotong memang membutuhkan seni. Tidak sekadar melawan, melainkan mengendalikan. Menariknya, di ruang privat logikafilsuf, seni ini dibedah lebih detail agar bisa dipraktikkan dalam berbagai konteks sosial, dari ruang rapat hingga obrolan santai.

Menurut Anda, lebih sulit mana: menghadapi orang yang memotong dengan sengaja untuk menunjukkan kuasa, atau mereka yang melakukannya karena tidak sadar? Bagikan pendapatmu di komentar dan sebarkan tulisan ini agar lebih banyak orang belajar seni menjaga suara mereka tetap didengar.

Ridickpuad 

Reuni Akbar Alumni SMPN 1 Karangpawitan 1976–2020 Berlangsung Meriah, Pererat Silaturahmi Lintas Generasi

  Bejatigarut — Reuni Akbar alumni SMPN 1 Karangpawitan dari angkatan 1976 hingga 2020 yang digelar pada Sabtu, 18 April 2026, berlangsung l...